Halaman

Senin, 02 Oktober 2017

Jalan Panjang Menyejahterakan Petani


Dimuat Di Harian Analisa, 2 Oktober 2017
Petani dan kesejahteraan. Dua kata yang hingga saat ini seolah sulit untuk bersatu. Kondisi terakhir, berdasarkan survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan BPS, hampir separuh penduduk miskin di Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Padahal di  pundak merekalah harapan untuk mencapai swasembada pangan disematkan. Apalagi, ada sebanyak 39,68 juta orang tenaga kerja di Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, baik itu sebagai petani maupun buruh tani. Hal ini berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Bulan Februari 2017.

Kamis, 14 September 2017

Ekonomi Digital dan Matinya Usaha Konvensional


(Dimuat Di Koran Analisa, Tanggal 14 September 2017)
Dalam pekan ini dunia retail Indonesia dikejutkan dengan rencana tutupnya delapan gerai Ramayana di beberapa kota besar di Indonesia. Selain itu juga laporan tentang sepinya pengunjung pada banyak toko di berbagai pusat perbelanjaan seperti Glodok dan Mangga Dua. Apakah fenomena ini semakin mengaminkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia tengah menurun sehingga mengakibatkan tutupnya banyak toko retail di Indonesia?

Senin, 28 Agustus 2017

Daya Beli Yang Tertukar


Dalam semingggu terakhir banyak diberitakan di media tentang penurunan daya beli konsumen di Indonesia. Hal ini berdasarkan pengakuan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang mengatakan bahwa penjualan yang dicapai anggotanya pada semester pertama 2017 turun sebanyak 20 persen. Namun dari beberapa indikator makro ekonomi menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih terjaga dan tidak mengalami penurunan. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia pada triwulan dua 2017 mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen. Demikian juga dengan laju inflasi dari Januari hingga Juli berada dalam tataran ideal yaitu sebesar 2,6 persen.

Rabu, 23 Agustus 2017

Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi



Kemiskinan adalah sebuah permasalahan sosial yang hampir selalu melekat sebagai atribut bagi negara berkembang seperti Indonesia. Sehingga tidak mengherankan setiap periode pemerintahan selalu memprioritaskan program untuk mengurangi angka kemiskinan. Demikian juga dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu agenda dalam nawacita. Meski dalam kenyataannya dalam 3 tahun pemerintahannya jumlah penduduk miskin justru justru mengalami peningkatan dari 27,73 juta pada September 2014 menjadi 27,77 juta jiwa pada kondisi Maret 2017.

Senin, 10 Juli 2017

Peranan Media Dalam Mendongkrak Pariwisata


Masih segar dalam ingatan kita ketika Raja Salman berkunjung ke Indonesia. Hampir seluruh media nasional memberitakan kunjungannya termasuk perjalanan wisata rombongan kerajaan tersebut ke Pulau Dewata, Bali. Hal yang sama juga terjadi pada kunjungan wisata mantan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia yang meliputi Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Pemberitaan media yang sangat masif tersebut merupakan ajang promosi bagi destinasi wisata Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Minggu, 09 Juli 2017

Anomali Lebaran 2017




Lebaran pada tahun 2017 seolah tidak ada yang berubah jika dibandingkan dengan lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Kemacetan di jalan raya yang menyuguhkan pagelaran kendaraan yang mengular, hingga kenaikan harga barang konsumsi seolah menjadi rutinitas tahunan yang selalu terjadi. Namun ada satu hal yang seolah baru terjadi pada bulan Ramadan hingga lebaran kali ini yaitu menurunnya penjualan ritel/eceran barang kebutuhan rumah tangga. Hal ini diakui oleh ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey, bahwa ada penurunan penjualan hampir semua barang jika dibandingkan dengan musim lebaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Sabtu, 03 Juni 2017

Mengatasi Ketimpangan, Mengentaskan Kemiskinan



Keberhasilan pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen pada tahun 2016 atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang tumbuh sebesar 4,88 persen patut diapresiasi. Meski pertumbuhan ekonomi ini dibawah target pemerintah, namun harus diakui bahwa pertumbuhan ini mampu mengurangi tingkat pengangguran, kemiskinan, dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia dalam setahun terakhir. Namun demikian apakah keberhasilan pembangunan ekonomi tersebut dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia?

#140 Sarjana Menganggur di Tengah Bonus Demografi

(dimuat di media Republika, 10 Februari 2026) Di tengah kabar menggembirakan turunnya tingkat pengangguran nasional menjadi 4,85 persen pa...