(Dimuat Di Koran Tangsel Pos, Tanggal 8 Desember 2017)
Untuk mengatasi stagnasi pengangguran sekaligus mengurangi
kemiskinan, mulai tahun 2018 Presiden Joko Widodo akan menggulirkan program
padat karya cash. Program ini bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan sekaligus
meningkatkan daya beli terutama penduduk miskin di perdesaan. Selain
permasalahan daya beli, hal yang perlu dicermati lainnya adalah pola konsumsi
penduduk miskin yang sangat memprihatinkan. Hal ini tercermin pada konsumsi
rokok yang menempati urutan kedua terbesar setelah beras. Mungkinkah dalam program
padat karya cash nanti ditambahkan syarat untuk tidak merokok selama bekerja?Jumat, 08 Desember 2017
Selasa, 21 November 2017
Dibalik Asap Rokok Si Miskin
(Dimuat di Koran Kabar Banten, 21 November 2017)
Pekatnya asap rokok penduduk miskin seolah menjadi gambaran betapa rumitnya keterkaitan antara rokok dan kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2017 mencapai 27,77 juta orang atau 10,64 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah ini bisa jadi semakin sulit dikeluarkan dari lingkaran kemiskinan jika melihat pola konsumsi penduduk miskin yang sangat memprihatinkan. Hal ini tercermin dari belanja rokok yang masih menjadi pengeluaran terbesar kedua setelah beras. Padahal angka penderita gizi buruk dan stunting pada keluarga miskin masih tinggi.
Jumat, 17 November 2017
Revitalisasi Kawasan Kumuh Menguntungkan Siapa?
Salah satu program dan janji pasangan
Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno adalah
membangun pemukiman kumuh tanpa menggusur. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan
kualitas hidup penduduk tanpa menjauhkan mereka dari pekerjaan atau sumber
pendapatannya. Namun ada satu hal yang harus dipikirkan tentang pembangunan
kawasan kumuh ini apabila penghuni kawasan tersebut ternyata hanya menyewa dan
bukan milik sendiri. Bisa jadi dengan pembangunan kawasan kumuh ini hanya akan
menguntungkan pemilik kontrakan dan menyengsarakan penyewa karena adanya
kenaikan sewa rumah.
Rabu, 15 November 2017
JALAN TOL DAN EKONOMI KERAKYATAN
(Dimuat di Harian Analisa, 15 November 2017)
Jalan tol sebagai salah satu program unggulan pembangunan
infrastruktur pemerintah telah terbukti mempunyai dampak yang besar terhadap
perekonomian. Tidak terkecuali jalan tol trans Jawa yang akan menggantikan
jalur nasional dari Anyer hingga Banyuwangi. Harus diakui, keberadaan jalur
nasional selama ini telah menjadi tempat usaha dan sumber pendapatan bagi
ratusan ribu masyarakat sekitar. Dengan dibangunnya jalan tol trans Jawa, bagaimana
dengan nasib ribuan usaha mikro kecil di sepanjang jalur nasional tersebut?
Senin, 13 November 2017
Stagnasi Angka Pengangguran Banten
Pertumbuhan ekonomi Banten pada triwulan 3 tahun 2017 sebesar 5,62
persen dan jauh melampui pertumbuhan ekonomi nasional yang nilainya sebesar
5,06 persen. Namun demikian pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan ini belum
mampu mengurangi tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Bahkan pada kondisi
Agustus 2017 tingkat pengangguran terbuka di Banten mencapai 9,28 persen dan
menempati urutan kedua tertinggi di indonesia. Apakah ada yang salah sehingga
pertumbuhan ekonomi tersebut tidak mampu menyerap tenaga kerja di Banten?
Rabu, 18 Oktober 2017
Kenaikan UMK ditengah Lesunya Daya Beli
Upah Minimum Kabupaten (UMK) telah disahkan oleh Gubernur Banten dengan kenaikan sebesar 8,71 persen. Kenaikan ini sudah berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 78 Tahun 2015 dengan memasukkan komponen inflasi nasional 3,72 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional 4,99 persen. Selalu menjadi polemik setiap tahun manakala pihak buruh tidak menerima kenaikan UMK tersebut karena dinilai belum memenuhi kebutuhan hidup layak bagi pekerja/buruh.
Senin, 02 Oktober 2017
Jalan Panjang Menyejahterakan Petani
Petani dan kesejahteraan. Dua kata yang hingga saat ini seolah sulit untuk bersatu. Kondisi terakhir, berdasarkan survei sosial ekonomi nasional yang dikeluarkan BPS, hampir separuh penduduk miskin di Indonesia bekerja pada sektor pertanian. Padahal di pundak merekalah harapan untuk mencapai swasembada pangan disematkan. Apalagi, ada sebanyak 39,68 juta orang tenaga kerja di Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini, baik itu sebagai petani maupun buruh tani. Hal ini berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Bulan Februari 2017.
Langganan:
Postingan (Atom)
#140 Sarjana Menganggur di Tengah Bonus Demografi
(dimuat di media Republika, 10 Februari 2026) Di tengah kabar menggembirakan turunnya tingkat pengangguran nasional menjadi 4,85 persen pa...
-
(Dimuat di Kolom Opini Republika, 25 November 2022) Perekonomian Indonesia mampu tumbuh mengesankan di tengah ancaman resesi global saat i...
-
Pertama kali dihubungi oleh adinda Nurin untuk mengisi acara seminar di grup perempuan BPS menulis, rasanya saya belum memiliki kapasitas...
-
Tren penurunan jumlah penduduk miskin pasca pandemi sedikit terganggu dengan lonjakan inflasi yang terjadi pada akhir tahun 2022. Hal ini di...




