Halaman

Sabtu, 03 November 2018

#78 Akhir Polemik Data Produksi Beras


Data produksi beras selalu menjadi sumber kegaduhan setiap tahun manakala pemerintah melakukan impor beras. Produksi beras yang diklaim surplus menimbulkan polemik karena pada saat yang sama terjadi kelangkaan beras sekaligus lonjakan harga beras, sebagaimana yang terjadi pada awal tahun ini. Namun setelah pemerintah mengumumkan produksi beras nasional pada tanggal 22 Oktober 2018, maka segala perdebatan data produksi beras telah berakhir.
Setelah dilakukan perbaikan metodologi pengukuran luas panen melalui Kerangka Sampel Area, produksi beras nasional sebesar 3,24 juta ton. Dengan memperhitungkan konsumsi beras nasional sebesar 29,6 juta ton, maka produksi beras nasional mengalami surplus sebesar 2,8 juta ton. Sebelumnya luas panen dihitung melalui perkiraan pandangan mata (eye estimate) yang sangat subyektif dan mulai tahun 2018 ini BPS telah menghitung luas panen melalui pengamatan kerangka sampel area. Bahkan untuk kedepan Presiden akan mengacu data produksi beras dari BPS untuk merencanakan kebijakan menyangkut perberasan nasional.

Selasa, 04 September 2018

#77 Kembali Ke Desa


Kemiskinan yang menyentuh level satu digit merupakan sebuah prestasi menggembirakan sebagaimana yang ditargetkan oleh pemerintah. Namun ada hal yang terlewatkan yaitu masih bertenggernya kemiskinan di pedesaan pada level 13,20 persen. Meski kemiskinan di perdesaan menurun, namun celakanya tingkat ketimpangan di perdesaan semakin melebar. Kondisi ini tentu menuntut pemerintah untuk mengarahkan perhatiannya kembali ke desa, tempat dimana harapan dan masa depan Indonesia bermula.
Ketimpangan perdesaan yang melebar ditandai dengan peningkatan proporsi pengeluaran penduduk kelas atas yang lebih cepat dibandingkan dengan penduduk 40 persen terbawah. Harus diakui bahwa penurunan tingkat kemiskinan perdesaan lebih karena program kuratif yang dilakukan oleh pemerintah, seperti ketepatan waktu penyaluran bantuan sosial dan realisasi penyalurannya yang mencapai target.

Rabu, 25 Juli 2018

#76 Urbanisasi dan Kemiskinan Perdesaan


Dimuat di harian Radar Banten, Juli 2018

Arus mudik lebaran telah berlalu dan kini menyisakan arus balik yang belum sepenuhnya selesai. Dalam arus balik ini akan ada penambahan penduduk yang melakukan urbanisasi dari wilayah perdesaan ke perkotaan. Urbanisasi ini lebih banyak didorong oleh kemiskinan yang terjadi di perdesaan.

Jumat, 22 Juni 2018

Lebaran Di Rumah Sakit


Melewatkan lebaran ataupun malam takbiran di rantau sudah beberapa kali mengalaminya. Namun bagaimana jika menikmati malam takbiran dan lebaran di rumah sakit? Baru kali ini saya rasakan, dan cukup kali ini saja.
Ya, sejak malam takbiran hingga seminggu, harus menemani si bungsu yang dirawat di rumah sakit karena muntah n diare. Bagi anak berumur 15 bulan, kondisi tersebut mengharuskannya untuk mendapatkan infus sampai kuman dan penyakitnya dikeluarkan semua lewat feses.

Kamis, 10 Mei 2018

#75 Merebut Suara Perempuan



Suara perempuan sangat menentukan arah pemerintahan selanjutnya, tidak hanya untuk pemilihan anggota legislatif, namun juga pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden. Hal ini karena perempuan merupakan bagian dari sebuah peradaban yang menyumbang setengah dari suara rakyat Indonesia. Menggaet suara perempuan merupakan salah satu kunci untuk memenangkan sebuah kontestasi politik di Indonesia.

Personal Branding dan Kekuatan Media Sosial



Pada akhir Bulan April kemarin, Komunitas Perempuan BPS Menulis menyelenggarakan seminar di grup Whatsapp tentang personal branding yang menghadirkan DR. Rully Nasrullah, M.Si (Kang Arul). Seminar ini bertujuan untuk membantu insan BPS bagaimana membranding BPS sebagai penyedia data statistik terpercaya untuk semua.
BPS yaaa, Badan Pusat Statistik. Tidak sedikit orang ketika disebutkan BPS, tahunya BPJS. Disebutkan kantor statistik nangkapnya kantor listrik. Nah, dari sini jadi ketahuan kaaan kalau BPS kurang dikenal, padahal setiap sepuluh tahun BPS melakukan 3 kali sensus, belum lagi survei-surveinya yang banyaknya minta ampun dan tanpa jeda.

Minggu, 01 April 2018

#74 Perempuan Dan Kemiskinan

Perempuan memiliki arti penting dalam kehidupan bernegara karena separuh peradaban bangsa ini diisi oleh perempuan. Demikian juga dalam upaya-upaya pengentasan kemiskinan, keterlibatan perempuan mutlak diperlukan.

Isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan jangan hanya dimaknai sebagai bentuk perlawanan dan tuntutan dari kaum perempuan. Peningkatan kualitas perempuan baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun secara ekonomi menjadi sebuah keharusan. Hal ini karena kondisi ideal tidak selamanya dapat dinikmati oleh perempuan.

#140 Sarjana Menganggur di Tengah Bonus Demografi

(dimuat di media Republika, 10 Februari 2026) Di tengah kabar menggembirakan turunnya tingkat pengangguran nasional menjadi 4,85 persen pa...