Peringatan
kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dirayakan oleh lebih dari 265 juta
penduduk Indonesia. Setelah 74 tahun merdeka telah terjadi berbagai dinamika penduduk
yang harus dicermati untuk menentukan strategi dalam pembangunan ekonomi maupun
pembangunan manusia sebagaimana yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo
saat ini.
Dalam
pembangunan manusia diperlukan satu data tentang sebaran, karakteristik, dan
variabel kependudukan guna memastikan bahwa upaya yang dilakukan tepat sasaran.
Meski pemerintah telah memiliki satu data kependudukan berdasar NIK, namun
kesadaran penduduk untuk melakukan pemutakhiran data masih rendah. Sebagai
contoh ketika terjadi migrasi, belum semua penduduk melakukan pengurusan
perpindahan alamat. Demikian juga dengan status perkawinan, kematian, agama,
maupun pekerjaan tidak semua dimutakhirkan. Padahal variabel tersebut sangat
penting dalam menentukan arah kebijakan terkait program kependudukan di
Indonesia.






