Perbedaan
UMK yang tinggi telah mendorong relokasi industri di beberapa daerah. Tidak
dapat dipungkiri, kabupaten/kota yang perekonomiannya ditopang oleh sektor industri
nilai UMK nya lebih besar dibandingkan dengan daerah yang perekonomiannya
ditopang oleh sektor ekonomi lainnya. Tingginya nilai UMK di daerah sentra industri
tersebut mengakibatkan beberapa perusahaan melakukan relokasi usahanya ke
daerah lain dengan UMK yang lebih rendah. Kondisi ini jelas akan beperpengaruh
terhadap struktur perekonomian dan ketenagakerjaan.
Jumat, 13 Desember 2019
Jumat, 29 November 2019
#99 Masa Depan Desa
Desa
menjadi masa depan bagi kehidupan bangsa. Ketika perkotaan sudah jenuh tidak
mampu menampung beban di atasnya dan terjadi penurunan kualitas lingkungan dan
hunian, maka desa menjadi tempat yang dicari untuk kualitas hidup yang lebih
baik.
Terlebih
di era teknologi informasi saat ini, ketika pekerjaan tidak mengharuskan tatap
muka antar personilnya, dan jual beli tidak mengharuskan pertemuan antara
penjual dan pembelinya. Kegiatan ekonomi baik barang dan jasa bisa dilakukan
tanpa mengharuskan adanya pertemuan setiap hari.
Jumat, 08 November 2019
#98 Disparitas Kualitas SDM
Dalam
rangka menuju Indonesia berpenghasilan menengah tinggi yang sejahtera, adil,
dan berkeseinambungan diperlukan percepatan dalam peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia(SDM). Dengan adanya kesenjangan kualitas SDM saat ini, untuk
mengatasinya tidak bisa dengan satu progam yang sama. Alih-alih mau peningkatan
kualitas SDM secara merata, yang terjadi justru kesenjangan kualitas SDM bisa semakin
melebar. Oleh karena itu diperlukan identifikasi permasalahan pada setiap
daerah, dari hulu hingga hilirnya, sehingga diperoleh strategi tepat sesuai
kebutuhan.
Selasa, 15 Oktober 2019
#97 Satu Data Kependudukan
Data
penduduk tidak hanya berguna dalam formula penghitungan dana alokasi umum
maupun dana desa. Namun data penduduk diperlukan dalam perencanaan dan evaluasi
pembangunan manusia dan ekonomi. Kenyataannya masih terdapat perbedaan data
jumlah penduduk antara Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil dengan
Badan Pusat Statistik.
Ditjen
Dukcapil melakukan pendataan penduduk dengan cara registrasi berbasis Nomor
Induk Kependudukan (NIK). Semua peristiwa kependudukan akan direkam sehingga data
penduduk akan termutakhirkan setiap waktu.
Senin, 23 September 2019
#96 Kemiskinan dan Harga Diri
Tidak
ada seorang pun yang ingin dilahirkan dalam kondisi miskin atau dari
keluarga/negara miskin. Pun ketika kemiskinan tersebut direndahkan, akan ada
rasa tidak terima. Apalagi yang menghina adalah warga negara tetangga.
Sebagaimana karakter dalam bertetangga, meski ada kedekatan namun akan selalu
ada persaingan untuk menjadi yang terbaik. Demikian juga meski permintaan maaf
telah dilakukan, namun harga diri sebagai bangsa terlanjur direndahkan.
Seperti
itulah gambaran ketika seorang pengusaha transportasi asal Malaysia yang
menyebut Indonesia sebagai negara miskin. Sangat wajar jika ada warga negara
Indonesia yang tidak terima. Meskipun pada kenyataannya, kemiskinan masih
menjadi masalah yang membelenggu bangsa Indonesia.
Kamis, 05 September 2019
#95 Dinamika Kependudukan
Peringatan
kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini dirayakan oleh lebih dari 265 juta
penduduk Indonesia. Setelah 74 tahun merdeka telah terjadi berbagai dinamika penduduk
yang harus dicermati untuk menentukan strategi dalam pembangunan ekonomi maupun
pembangunan manusia sebagaimana yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo
saat ini.
Dalam
pembangunan manusia diperlukan satu data tentang sebaran, karakteristik, dan
variabel kependudukan guna memastikan bahwa upaya yang dilakukan tepat sasaran.
Meski pemerintah telah memiliki satu data kependudukan berdasar NIK, namun
kesadaran penduduk untuk melakukan pemutakhiran data masih rendah. Sebagai
contoh ketika terjadi migrasi, belum semua penduduk melakukan pengurusan
perpindahan alamat. Demikian juga dengan status perkawinan, kematian, agama,
maupun pekerjaan tidak semua dimutakhirkan. Padahal variabel tersebut sangat
penting dalam menentukan arah kebijakan terkait program kependudukan di
Indonesia.
Jumat, 16 Agustus 2019
#94 Tantangan Ketenagakerjaan Indonesia
Disrupsi ekonomi yang
terjadi saat ini membawa tantangan sekaligus peluang dalam bidang ketenagakerjaan di Indonesia.
Pemutusan hubungan kerja akibat tutupnya beberapa gerai/usaha dan upaya penyediaan
lapangan pekerjaan baru menjadi dua hal yang saling berkejaran seiring dengan
peningkatan jumlah angkatan kerja. Tantangan lainnya adalah bagaimana agar
penduduk yang telah bekerja memperoleh hasil yang layak dan mencukupi untuk
mencapai kesejahteraan.
Jumlah angkatan
kerja pada Februari 2019 mencapai 136,18 juta orang atau meningkat 10,88 juta
orang jika dibandingkan tahun 2014 yang berjumlah 125,3 juta orang. Demikian
juga pada periode 2009-2014 terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak
11,56 juta orang. Artinya dalam lima tahun jumlah angkatan kerja di Indonesia
bertambah lebih dari 10 juta orang. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi
periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam menyediakan lapangan
pekerjaan bagi angkatan kerja yang bertambah 2,24 juta orang per tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)
#140 Sarjana Menganggur di Tengah Bonus Demografi
(dimuat di media Republika, 10 Februari 2026) Di tengah kabar menggembirakan turunnya tingkat pengangguran nasional menjadi 4,85 persen pa...
-
(Dimuat di Kolom Opini Republika, 25 November 2022) Perekonomian Indonesia mampu tumbuh mengesankan di tengah ancaman resesi global saat i...
-
Pertama kali dihubungi oleh adinda Nurin untuk mengisi acara seminar di grup perempuan BPS menulis, rasanya saya belum memiliki kapasitas...
-
Tren penurunan jumlah penduduk miskin pasca pandemi sedikit terganggu dengan lonjakan inflasi yang terjadi pada akhir tahun 2022. Hal ini di...






