Pandemi covid-19 mengakibatkan perekonomian Indonesia pada tahun 2020 mengalami penurunan hingga 2,07 persen, sebagaimana rilis BPS (5/2). Pendorong terbesar penurunan ekonomi 2020 adalah penurunan investasi dan konsumsi rumah tangga. Pada tahun 2020 investasi mengalami penurunan sebesar 4,95 persen dan konsumsi rumah tangga mengalami penurunan 2,63 persen. Perekonomian Indonesia paling besar ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 57,66 persen, sehingga untuk mempercepat pemulihan ekonomi dilakukan dengan memacu konsumsi rumah tangga. Peningkatan konsumsi rumah tangga akan mendorong permintaan dan produksi sehingga menarik investasi di Indonesia. Pada kenyataannya hampir semua lapangan usaha di Indonesia mengalami kontraksi yang disebabkan oleh penurunan permintaan barang dan jasa.
Sabtu, 06 Februari 2021
Senin, 07 Desember 2020
#116 Antisipasi Informalisasi Ekonomi
Pandemi covid-19 tidak hanya meningkatkan pengangguran, namun juga tenaga kerja di sektor informal di Indonesia. Pengangguran pada Agustus 2020 melonjak menjadi 9,77 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka mencapai 7,07 persen. Kondisi ketenagakerjaan saat ini seolah mundur pada kondisi ketenagakerjaan tahun 2011, saat itu pengangguran mencapai 7,48 persen dan tenaga kerja informal mencapai 62,24 persen. Peningkatan tenaga kerja informal saat ini harus segera diantisipasi agar tidak menurunkan kesejahteraan penduduk Indonesia.
Rabu, 04 November 2020
#115 UMP di Tengah Resesi
(dimuat di Koran Republika)
Menteri tenaga kerja menerbitkan surat edaran kepada seluruh
Gubernur di Indonesia agar menetapkan
UMP 2021 sama dengan UMP 2020. Dengan alasan pandemi dan keberlangsungan usaha,
Surat edaran ini mendorong buruh untuk melakukan aksi penolakan UMP 2021
sekaligus penolakan UU Cipta Kerja.
Sebagian besar provinsi mengikuti surat edaran dari Menaker, meski ada provinsi yang menaikkan UMP 2021 seperti Jawa Tengah dan DIY. Pemerintah provinsi DKI menetapkan kenaikan UMP kepada pelaku usaha yang tidak terdampak pandemi, sedangkan untuk perusahaan yang terdampak pandemi dapat mengajukan keberatan untuk tidak menaikkan UMP.
Kamis, 08 Oktober 2020
#114 Pandemi, Momentum Kedaulatan Pangan
Indonesia hampir pasti mengalami resesi ekonomi tahun ini. Pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan di hampir semua sektor ekonomi. Salah satu sektor yang mampu tumbuh positif tahun ini adalah sektor pertanian. Pandemi Covid-19 ini juga telah menghentak kesadaran pemerintah untuk serius dalam menciptakan ketahanan pangan nasional. Ancaman krisis pangan yang dikeluarkan oleh FAO pada Maret lalu, membuat negara-negara produsen beras membatasi ekspornya demi menjaga ketersediaan pangan dalam negeri. Bagi Indonesia yang berpenduduk 268 juta jiwa, hal ini tentu menjadi sebuah tantangan untuk meningkatkan produksi beras nasional. Menindaklanjuti perihal tersebut pemerintah berencana membangun lumbung pangan nasional (food estate) di Kalimantan Tengah.
Senin, 05 Oktober 2020
#113 Resesi dan Ketenagakerjaan
Indonesia dipastikan mengalami resesi pada triwulan III tahun 2020 ini.
Menurut Bank Dunia (29/9), perekonomian Indonesia diproyeksi akan mulai pulih
pada tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi 4,4 persen. Namun, hal tersebut
membutuhkan syarat yaitu terkendalinya pandemi Covid-19 di Indonesia. Semakin
lama pandemi tertangani, semakin lama perekonomian akan pulih, dan selama itu
pula tenaga kerja di Indoneia belum akan kembali bekerja sepenuhnya.
Pandemi Covid-19 ini mengakibatkan jutaan orang kehilangan pekerjaannya. Padahal dalam setahun angkatan kerja di Indonesia meningkat 1,73 juta orang. Berkaca pada tahun 2019 sebelum terjadi pandemi, peningkatan jumlah angkatan kerja lebih besar dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja baru dalam setahun. Artinya, dengan pertumbuhan ekonomi sebelumnya belum mampu mengurangi pengangguran secara signifikan. Apalah lagi dengan kondisi saat ini, ketika permintaan dan penawaran menurun, akan semakin sulit pelaku usaha melakukan ekspansi dan menyerap tenaga kerja baru.
Selasa, 22 September 2020
#112 Resesi dan Momentum Indonesia Maju
Indonesia hampir dipastikan mengalami resesi pada triwulan III 2020
ini. Kementerian Keuangan memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan 3 bisa
minus hingga 2 persen. Meski pertaruhan masih ada satu bulan hinggga akhir
September, namun konsumsi dalam negeri sebagai penopang terbesar perekonomian
Indonesia belum terdongkrak secara maksimal. Deflasi yang terjadi pada Juli dan
Agustus menggambarkan permintaan/konsumsi dalam negeri masih tertekan. Dalam
pidato kenegaraan tanggal 14 Agustus 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa krisis akibat pandemi tahun
ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk setara dengan negara-negara maju.
Lompatan besar. Itulah yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk segera keluar dari resesi ekonomi dan mengejar negara maju lainnya. Selayaknya sebuah lompatan besar, Indonesia tentu membutuhkan tumpuan yang kuat berupa sumber daya manusia yang berkualitas dan penggunaan teknologi yang mumpuni guna meningkatkan produktivitas, sesuatu yang saat ini masih tertinggal dibanding dengan negara lain.
Senin, 07 September 2020
#111 Antisipasi Resesi
Kementerian keuangan memproyeksikan
pertumbuhan ekponomi triwulan III 2020 minus 2 persen, dan target pertumbuhan
ekonomi tahun 2020 direvisi antara -1,1 hingga 0,2 persen. Minusnya pertumbuhan
ekonomi pada triwulan III akan mengakibatkan Indonesia secara teknis
mengalami resesi ekonomi. Bukan pesimis, namun realistis, agar pemerintah lebih
siap dalam mengantisipasi terjadinya resesi. Apalagi rilis resmi bahwa
Indonesia mengalami resesi atau tidak masih akan dilakukan oleh BPS pada awal
November nanti. Resesi atau tidak, kesejahteraan penduduk harus menjadi perhatian utama.
Benar, bahwa pertaruhan masih ada 1 bulan lagi di September untuk mendorong perekonomian. Pemerintah juga berharap ekonomi tumbuh dari konsumsi dalam negeri dengan membuka kegiatan ekonomi dengan new normal atau adaptasi baru. Namun kenyataannya, mobilitas penduduk hanya meningkat di awal Juni, selanjtnya memasuki bulan Juli dan Agustus, mobilitas penduduk kembali melambat. Hal ini seiring dengan melonjaknya kasus positif dan kematian pasien covid-19 di Indonesia.
#140 Sarjana Menganggur di Tengah Bonus Demografi
(dimuat di media Republika, 10 Februari 2026) Di tengah kabar menggembirakan turunnya tingkat pengangguran nasional menjadi 4,85 persen pa...
-
(Dimuat di Kolom Opini Republika, 25 November 2022) Perekonomian Indonesia mampu tumbuh mengesankan di tengah ancaman resesi global saat i...
-
Pertama kali dihubungi oleh adinda Nurin untuk mengisi acara seminar di grup perempuan BPS menulis, rasanya saya belum memiliki kapasitas...
-
Tren penurunan jumlah penduduk miskin pasca pandemi sedikit terganggu dengan lonjakan inflasi yang terjadi pada akhir tahun 2022. Hal ini di...






